8 Karya Besar Manusia Yang Terlupakan

Posted: Desember 16, 2010 in Ten Knowledge's
Tag:
Rubjerg Knude Lighthouse

Rubjerg Knude Lighthouse di Jutland, Denmark, berdiri pada 27 Desember
1900 (konstruksinya dimulai pada tahun 1899). Mercusuar ini berada
dipuncak Lønstrup Klint, 60 meter diatas permukaan laut. Sampai tahun
1908, mercusuar ini beroperasi dengan menggunakan bahan bakar yang
dihasilkan dari pabrik yang terletak didekat mercusuar. Mercusuar ini
berhenti beroperasi pada tahun 1968. Mercusuar ini tertutup oleh bukit
pasir besar selama 15 tahun terakhir. Hingga akhir 1990, mercusuar ini
masih digunakan dengan tambahan museum dan tempat minum teh didalamnya.
Sekarang hanya tinggal reruntuhan dari mercusuar yang indah dan
mengesankan. Pergeseran pasir dan erosi pantai membuat bangunan ini
ditinggalkan pada tahun 2002.
The American Star

Salah satu kecelakaan kapal yang luar biasa, S.S. Amerika ditarik
kepantai Canary Islands, setelah badai memutuskan tali penyeret dari
kapal penarik yang menarik kapal tersebut didekat pantai Maroko.
Setelah ditarik ke pantai, lambung kapal terbelah 2, dan bagian
belakang kapal tenggelam. Catatan yang menarik: para penduduk Canary
Island dari Fuerteventura telah merampok kapal tersebut, dan juga
sebagian besar interiornya merupakan harta dari kapal niaga yang besar.
Haluan kapal S.S. America (sebenarnya disebut American Star pada saat
kehancurannya) masih tetap berada sekitar satu mil dari garis
pantai.
Gereja San Juan
Parangaricutiro



Pada 20 Februari 1943, sebuah gunung berapi tiba2 meletus di Michoacan,
Meksiko, dan mengubur 2 desa dalam debu dan lava. Saat ini, 67 tahun
setelah letusan, satu-satunya sisa dari desa-desa yang hancur adalah
menara gereja San Juan Parangaricutiro, sebuah bangunan kecik yang
berdiri diatas lautan lava yang kasar. Gereja ini sekarang tinggal
reruntuhan yang nampak berhantu dan ditinggalkan diantah berantah.
Selama letusan, lava mengalir ke sekitar dan kedalam gereja, dan
menutupi 3/4 kota. Tepat dibawah gereja, rumah-rumah dan bangunan
lainnya terkubur oleh bebatuan.
The Byrd Station

Pada pertengahan 1960, ITT membangun sebuah jalur transmisi listrik di Antartika. Tinggi menara transmisinya adalah 115 kaki.
Seperti yang agan2 liat difoto, menaranya hanya tersisa 40 kaki saja karena sebagian besar tertutup oleh es, dan derek yang digunakan untuk membangun menara juga hampir sepenuhnya tertutup oleh es. Bukan hanya menara transmisi yang terkubur, tapi juga stasiun penelitiannya.Byrd Station ditutup karena sebagian besar tertutup es dan perlahan-lahan mulai hancur.
Ryugyong Hotel yang tidak (pernah) selesai



Jika Dr. Evil benar2 ada, dia pasti membutuhkan tempat persembuyian, dan tempat persembunyian yang paling mungkin adalah Ryugyong Hotel di Pyongyang, Korea Utara. Monolit raksasa ini memiliki 105 lantai, tapi tanpa satupun jendela. Tinggi hotel ini adalah 330 meter, memiliki 3000 kamar, dan direncanakan memiliki 7 restoran putar, tapi sayangnya tidak pernah selesai. Banyak surat kabar yang memperkirakan biaya konstruksinya adalah sebesar $750 juta–2% dari pendapatan domestik Korea Utara–dan konstruksinya berhenti pada tahun 1992 karena kurangnya biaya, kurang listrik, dan kelaparan. Gedungnya sendiri sudah selesai, tapi tidak memiliki jendela, peralatan dan perlengkapan lainnya–yang menjadikannya sebagai Bangunan Kosong Tertinggi di Dunia!! Sebenarnya, bangunan ini merupakan bangunan tertinggi di Korea Utara dan tertinggi ke 18 di dunia, dan jika pembangunannya selesai, maka akan menjadi hotel tertinggi dunia. Update: Setelah 18 tahun hotel ini mulai hidup kembali. Egypt’s Orascom Group sudah mulai memperbaharui lantai atas menara. Perusahaan tersebut telah memasang panel2 kaca dalam kerangka beton dan memasang antena2 telekomunikasi. Biayanya diperkirakan sebesar $2 juta untuk menyelesaikan hotel tersebut, setara dengan 10% pendapatan domestik Korea Utara.
Maunsell Army Sea Forts

Thames Estuary Army Forts dibangun pada tahun 1942 berdasarkan rancangan dari Guy Mauunsell. Tujuannya adalah untuk memberikan tembakan anti-pesawat di area Thames Estuary. Setiap benteng terdiri dari 7 menara yang masing2 dihubungkan dengan bubungan ke menara kendali pusat. Bentengnya, ketika dipandang sebagai sebuah kesatuan, terdiri dari satu menara Bofors, sebuah menara kendali, 4 menara penembak, dan sebuah menara dengan lampu sorot. Menara2 tersebut disusun sedemikian rupa, dengan menara kendali dibagian tengah, menara Bofors dan menara2 penembak mengelilingi dengan posisi semi-circular dan menara sorot diposisikan sedikit jauh, tapi tetap terhubung dengan menara kendali melalui bubungan. Ada beberapa benteng seperti Nore Army Fort, Red Sands Army Fort dan Shivering Sands Army Fort. Ketiga benteng lainnya masih ada pada akhir tahun 1943, tapi Nore sudah tidak ada lagi. Benteng2 tersebut dirancang agar mudah diletakkan dilaut dan bisa masuk kedalam air kurang lebih 30 meter (100 kaki). Benteng2 tersebut dibongkar pada tahun 1959, tapi Red Sands dan Shivering Sands masih ada hingga saat ini. Benteng2 tersebut pernah digunakan sebagai stasiun radio bajak laut pada tahun 60-an dan 70-an, tapi sejak saat itu bangunan ini telah ditinggalkan.
Pod City yang Terabaikan


Area ini disebut San Zhi. Area ini tidak menggunakan nama2 arsitek karena lokasinya dikelola oleh pemerintah dan beberapa perusahaan setempat. Mereka mencoba menciptakan tempat liburan yang mewah untuk orang2 kaya dari luar Taipei. Nah, disinilah letak keanehannya. Surat kabar setempat mengatakan bahwa ada banyak kecelakaan selama masa konstruksi, dan ketika beritanya menyebar, tidak ada yang mau berlibur kesana. Penduduk sekitar mengatakan bahwa lokasi tersebut sekarang dihantui oleh mereka yang meninggal disana dan rohnya tidak bisa keluar karena mereka tidak dikenang. Hal ini menjelaskan kenapa tempat ini ditinggalkan. Jika tempat ini berhantu, usaha apapun tidak akan bisa membawa turis untuk berkunjung kesana. Bahkan menghancurkan tempat itu juga tidak mungkin, karena menghancurkan rumah para arwah sangatlah dilarang dalam budaya Asia.
Rongsokan Kapal di Pantai Mauritania



Teluk Nouadhibou, 7 mil sebelah selatan kota Mauritania, menyembunyikan salah satu kuburan kapal terbesar didunia. Ada lebih dari 300 kapal rongsok disekitar pelabuhan, berada disana selama bertahun2 dan datang dari berbagai negara. Gambar2 dari Google Maps akan menunjukkan ratusan kapal rongsok yang bertumpuk dimana-mana. Koleksi kapal2 rusak terbesar yang pernah agan2 bayangkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s